Kisah Utsman Bin Affan

  • Bagikan

Kisah Utsman Bin Affan
Dia adalah Utsman bin Affan nasabnya bertemu pada nasab Rasulullah ﷺ pada Abdul Manaf. Beliau mendapat gelar Dzun Nurain (pemilik dua cahaya), Abdullah bin Umar berkata pamanku Husain Al-Ja’fari berkata, ”Anakku, tahukan kamu mengapa Ustman dinamakan Dzun Nurain?” pamanku berkata, ”Tidak ada yang mengumpulkan dua orang anak nabi sejak Allah Ta’ala menciptakan nabi Adam sampai hari kiamat selain Utsman. Oleh karena itu, dia dinamakan Dzun Nurain. Beliau diangkan menjadi Khalifah pada tahun 24-36 H/ 644-656 M.

Kisah-Utsman-bin-Affan gambar ilustrasi

Utsman bin Affan adalah sosok seorang pemimpin yang Shalih, diantara sifat-sifat beliau adalah keimanan yang besar kepada Allah Ta’ala dan hari kiamat, piawai dalam ilmu syar’i, percaya kepada Allah, sosok teladan dan jujur, tangkas dan berani, memiliki jiwa kesatria, zuhud, suka berkorban, tawadhu, menerima nasihat, bijaksana, sabar, memiliki cita-cita yang tinggi, tegas, memiliki kemauan yang kuat, adil, mampu meyelesaikan permasalahan, mampu mendidik dan meyiapkan pemimpin, dan lain sebagainya. Berikut ini beberapa kisah Utsman bin Affan:

Penyabar
Ibnu Taimiyah berkata: “Sudah diketahui melalui informasi yang mutawatir bahwa Ustman merupakan orang yang paling menjaga adanya pertumpahan darah dan paling sabar saat ada orang yang merongrong dan menginginkan kematiannya. Mereka mengepung dan berusaha membunuhnya.


Rajin Beribadah
Utsman termasuk sosok yang rajin dalam beribadah, telah diriwayatkan dari Ibnu Umar bahwa dia berkata tentang firman Allah Ta’ala surat Al-Zumar [39]: 9

Dia adalah Utsman bin Affan, Ibnu Abbas berkata tentang firman Allah Ta’ala surat Al-Nahl [16]: 76 dialah Ustman. Dia memulai membaca Al-Qur’an malam jum’at dan menghatamkannya pada malam kamis. Dia berpuasa setahun penuh dan bangun malam saat hari mulai hening.

Beriman kepada hari akhir
Setiap kali di dekat kubur, Utsman bin Affan menangis tersedu-sedu hingga jenggotnya basah oleh air mata. Ia mengatakan,”Seandainya saja aku berada di antara surga dan neraka tanpa aku tahu kemana tempatku kembali, tentu aku akan memilih menjadi abu sebelum aku tahu ke mana nasibku, ke surga atau keneraka. Ini menunjukan begitu perhatiannya Utsman terhadap kehidupan akhirat.

Pemalu
Sifat pemalu terkenal melekat pada akhlak Utsman, Hasan Al-Bashri suatu hari pernah bercerita mengenai perasaan malu Utaman bin Affan dia berkata, ”Utsman berada di dalam rumah dan pintunya terkunci. Dia tidak mau melepas bajunya untuk dibasahi karena malu.”

Semoga Bermanfaat

Info: Web beritasaatini telah pindah ke 1suara

  • Bagikan